Perjalanan ini
terasa sangat menyedihkan
Sayangnya kau tak duduk disampingku kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering berbatuan
Tubuhku tergoncang
Dihempas batu jalanan
Hati tergetar menambah kering kerinduan
Perjalanan ini seperti jadi saksi
Gembala kecil menangis sepi
Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika ia kutanya mengapa
Bapak ibunya telah lama mati
Ditelan bencana tanah ini
Sesampainya di laut.
Kukhabarkan semuanya
Kepada karang
Kepada ombak
Kepada matahari
Tetapi semua diam
Tetapi semua bisu
Tinggallah kusendiri
Terpaku menatap langit
Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan
Melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai renggang
Bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang
~~“Saya tak tahu, berapa waktu yang tersisa untuk saya. Satu jam, satu hari, satu tahun, sepuluh, lima puluh tahun lagi? Bisakah waktu yang semakin sedikit itu saya manfaatkan untuk memberi arti keberadaan saya sebagai hamba Allah di muka bumi ini? Bisakah cinta, kebajikan, maaf dan syukur selalu tumbuh dari dalam diri, saat saya menghirup udara dari Yang Maha?” ― Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Lupa
14/8/2025 aku dah lupa apa yang aku suka dan seronok lakukan. jalan2 tepi pantai, duduk sunyi tepi pantai, duduk peleseran di mall, karaoke...
-
31/12/2012 Janganlah tiada matlamat.. Mahukah kamu menjadi seperti aku? Empat tahun aku hidup seakan katak.. Tiada matlamat melompat se...
-
salam..rini 21/10/2010 khamis 0841am... final exam again...so laptop akan tggl umah..bye2 seri...jg diri ea..ni aku tgh tunggu abah utk roge...
-
rini 29/8/2010..tpt jam 9.50am, berbekalkan semangat yg kental serta pengorbanan tidak tidur lps sahur di desa tercinta, akhirnya aku berja...
No comments:
Post a Comment